Hj. Siti Shofiah Dukung Total Perjuangan Pak Is
Jombang - Warga Nahdliyin Kota Santri berduka. Ini setelah istri Ketua PC NU sekaligus Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang Dr. KH. Isrofil Amar, M.Ag yakni Hj. Siti Shofiah meninggal dunia kemarin (19/12) pagi. "Ibu meninggal di RS Mitra Keluarga Sidoarjo sekitar pukul 07.00" terang Pak Is, sapaan KH. Isrofil Amar.
Meski terlihat tegar, Pak Is tak bsia menyembunyikan kesedihannya. Mengenakan kopiah hitam dan baju koko warna putih serta sarung, beliau menyalami setiap tamu yang hadir dengan akrab sambil sesekali tersenyum. Meski gurat-gurat kesedihan terlukis jelas diwajahnya, Pak Is menceritakan Istrinya tidak meninggal akibat kelenjar teroid yang dideritanya sejak empat tahun lalu dan sejak setahun terakhir membuatnya tidak bisa bicara. Perempuan yang telah mendampinginya selama lebih dari 48 tahun itu justru meninggal akibat serangan jantung.
"Minggu (18/12) ibu saya antar ke Surabaya untuk persiapan operasi katarak," jelasnya. Rencananya operasi itu akan dilaksanakan pukul 11.00 WIB. untuk persiapan operasi itu, sejatinya beliau disuruh tinggal di rumah putranya yang di Surabaya yakni Kurniawan Muhammad. Namun sorenya, beliau justru minta diantar untuk menginap di rumah anaknya yang di Sidoarjo, Mustika Muhammad.
Usai mengantar, Pak Is pamit balik ke Jombang "Karena pagi ini (Senin, 19/12) saya harus mengajar di Unipdu. Makanya malam saya pulang," ujarnya. Tiba-tiba pagi tadi sekitar pukul 05.00, Pak is mendapat kabar jika sang istri terjatuh di kamar mandi lalu mendapat serangan jantung. "ibu langsung dilarikan ke RS Mitra Keluarga, tapi meski dokter berusaha maksimal, tetap tidak bisa," ucapnya dengan suara parau.
Pak Is mengaku sangat kehilangan istri tercintanya itu. "Pengorbanannya untuk saya benar-benar luas biasa," tuturnya. "Tiga kali melahirkan saat tidak bisa menunggui karena berbarengan kegiatan. Sebab dia memang selalu mendukung," bebernya. Saat anak keduanya, Erna Fatayatin lahir, tidak bisa menunggui karena acara NU. sedangkan saat kelahiran putra ketiganya, Kurniawan Muhammad, pas dia di acara Pramuka. Sementara saat kelahiran putra keempatnya, Mustika Muhammad, dia ada kegiatan di sekolah.

"Saat konferensi PC NU Jombang 2007 kemarin, sebenarnya saya tidak bisa hadir karena menunggui ibu habis operasi di Surabaya," ungkapnya. Tapi istrinya justru mendorong berangkat hingga akhirnya terpilih sebagai ketua PC NU Kab. Jombang. Kemarin, sang istri kembali mengizinkan saat dia pamit pulang ke Jombang karena pagi harus menjalankan tugas di Unipdu. Ternyata, itu menjadi perjumpaan terakhirnya. "Biasanya, saat salaman tidak pernah memeluk. Tapi malam itu usai salaman saya spontan memlukny," tuturnya.
Almarhumah meninggalkan tida orang anak dan empat orang cucu. Jenazah dikebumikan di TPU Jl. Pattimura Desa Sengon. "Kepada seluruh masyarakat, saya memohonkan maaf atas segala kesalahan ibu. Jika beliau masih ada tanggungan, bisa langsung menemui saya," tegas Pak Is. (RM/JP)




