Prof. Zahro : Pak Is dan Bu Sofia Pasangan Teladan
Jombang - Berita duka meninggalnya Istri Dr. H. Isrofil Amar, M.Ag (Pak Is) Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang membuat haru seluruh civitas akademika Unipdu, pasalnya Ibu Hj. Siti Sofia (Bu Sofia) oleh pimpinan dan karyawan Unipdu dikenal sebagai seorang istri yang setia kepada suaminya, hal ini diungkapkan oleh Rektor Unipdu Prof. Dr. H. Ahmad Zahro, MA saat menghadiri acara Tahlil dan Do'a bersama yang diselenggarakan di Plaza Unipdu pagi tadi (19/12).
Prof. Zahro mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya atas wafatnya Bu Sofia. Pak Is yang dikenal dan menjadi kolega Prof. Zahro sejak 1987 juga dinilai sebagai seorang suami yang sangat sayang terhadap istrinya, bahkan dua hari yang lalu (17/18) lanjut Prof. Zahro, saat para pimpinan Unipdu berbincang di ruang rektorat secara tiba-tiba Pak Is pamitan untuk mengantar sang istri berobat ke Surabaya.
Direncanakan ibu Hj. Siti Sofia akan menjalani operasi mata di Surabaya hari ini (19/12) yang diprakarsai oleh Ibu Nani Wijaya (Jawa Pos). "Meskipun kehadiran saya disana tidak bisa berbuat banyak karna sudah ada anak dan keluarga lainnya, tapi saya tidak enak kalo tidak mendampingi istri saya di saat-saat seperti ini" ujar Pak Is saat pamitan.
Saat itu juga, Gus Zuem (Wakil Rektor Unipdu Bidang Akademik) mengatakan kepada Pak Is bahwa suami istri itu semakin lama semakin menyatu, bahkan merasa bagian dari dirinya sendiri, begitu juga dengan Pak Is. Gus Zuem menambahkan di usia pernikahan yang ke 48 tahun ini Pak Is dan Bu Sofia tetap saling setia, bahkan dalam kondisi lemah pun Bu Sofia tidak pernah mengeluh ataupun membuat Pak Is suaminya bingung.

Pujian saat itu juga diberikan oleh Wakil Rektor Bidang SDM Keuangan dan Umum Dr. H. M. Zulfkar As'ad,M.MR (Gus Ufik). Gus Ufik mengatakan Pak Is adalah suami terbaik setelah nabi Muhammad SAW, hal ini terbukti dari kesetiaan dan rasa sayang beliau kepada sang istri meskipun dalam 5 tahun terakhir istrinya terus berjuang melawan penyakit kanker yang diderita, "buktinya pak Is tidak kemana-kemana dan tidak dimana-dimana" kelakar Gus Ufik. Dalam menjalani pengobatan Pak Is selalu mendampingi sang istri, baik ke Bandung, ke Surabaya dan ke berbagai tempat lainnya.
Hal senada juga diungkapkan Prof. Zahro, semangat untuk sembuh yang terus menggelora dalam diri Bu Sofia patut untuk diteladani, di usianya yang tidak muda lagi mereka masih berharap dan optimis Allah SWT akan memberikan jalan terbaik. Begitu juga dengan Pak Is, semangat beliau dalam merawat dan mendampingi istrinya berobat sangat luar biasa. "Kesetiaan mereka patut menjadi teladan kita semua" tegasnya.
Acara Tahlil dan Do'a bersama dalam suasana duka di Plaza Unipdu diikuti oleh seluruh mahasiswa, karyawan dan dosen Unipdu Jombang. Hingga berita ini diturunkan, jenazah Ibu Hj. Sofiati telah berada di rumah duka, Jl. Pattimura Sengon Jombang.(DA)





Suasana Di Rumah Duka




