0321 876771

Wamen Parekraf Buka Pelatihan Wisata Syariah

By: Admin | Posted on: 2013-10-19 | Kunjungan : 903

 
 
Jombang (beritajatim.com) - Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamen Parekraf), Sapta Niswandar membuka pelatihan wisata syariah di kampus Unipdu (Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum) Jombang, Kamis (17/10/2013). Selain itu, Wamen Perakraf juga memberikan kuliah umum di hadapan ratusan mahasiswa.

Dalam paparannya, Sapta mengupas tentang pentingnya pariwisata berbasis syariah. Ia juga mengatakan bahwa pelatihan yang digelar di kampus Unipdu tersebut merupakan kali pertama di Indonesia. Pasalnya, grand launching wisata syariah itu sendiri baru akan digelar Oktober mendatang di Jakarta.

"Untuk saat ini kami menggelar pelatihan SDM wisata syariah, sedang grand lauchingnya kita lakukan Oktober mendatang di Jakarta. Kebetulan, Unipdu dipercaya oleh Kemenparekraf sebagai pusat pengembangan SDM Wisata Syariah, ke depan Unipdu sebagai perguruan tinggi berbasis pesantren dan menjadi Universitas terbesar di kota Jombang akan dijadikan sebagai pusat pendidikan pariwisata syariah," kata Sapta menjelaskan.

Sapta mengungkapkan, wisata syariah berbeda dengan wisata religi. Selama ini, lanjutnya, wisata religi hanya mengenal makam ulama, masjid dan situs-situs peninggalan lainnya. Namun dalam wisata religi cakupannya lebih luas lagi. Yakni memperkenalkan kepada masyarakat umum tentang wisata alam dan budaya, yang sangat dekat dengan jejak-jejak peninggalan Islam.

Yang tidak kalah penting, juga harus memastikan bahwa keperluan yang membuat nyaman wisatawan Muslim, seperti makanan dan minuman halal, petunjuk arah kiblat dan hotel-hotel syariah, serta busana muslim. "Saat ini program wisata syariah yang sedang kami kembangkan meliputi sertifikasi hotel, spa, restoran, dan biro perjalan yang sesuai syariah," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelatihan, Zahrul Azhar mengatakan, pihaknya beserta seluruh jajaran civitas akademika Unipdu siap mengemban amanah tersebut. Apalagi, Unipdu sebagai pusat pendidikan pariwisata syariah, berada di kawasan pondok pesantren Darul Ulum.

Ia menambahkan, peserta pelatihan pariwisata syariah itu terdiri dari 25 orang. Peserta yang kebanyakan pengelola hotel itu berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Selama tiga hari kedepan, para peserta akan digembleng dengan materi-materi yang terkait erat dengan wisata syariah.

Diantaranya, Islam dan Pariwisata, Psikologi Pariwisata, Psikologi Islam, Bahasa Arab Pariwisata, serta Pesantren dan Pariwisata. Di hari terakhir, para peserta juga akan diajak mengunjungi sejumlah obyek wisata religi di Jawa Timur. Semisal, makam KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Ponpes Tebuireng, dan mengunjungi Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya. [suf/but]
 
Sumber : beritajatim.com