0321 876771

Tahlil Akbar Memperingti 1000 Hari Wafatnya Pendiri Unidpu dan Menghadapi UTS 2012-2

By: Admin | Posted on: 2013-05-02 | Kunjungan : 1418

  

Unipdu Jombang – Pagi ini terlihat berkah di kampus Unipdu dengan acara Tahlil akbar dalam memperingati 1000 hari wafatnya pendiri Unipdu KH. Muh. As’ad Umar dan juga do’a bersama dalam menghadapi Ulangan Tengah Semester (UTS) tahun akademik 2012-2, yang bertepatan dengan Peringatan Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Mei.

Acara yang digawangi oleh BEM Unipdu ini diikuti oleh ratusan mahasiswa/mahasiswi dari berbagai fakultas dan prodi serta diikuti juga oleh seluruh pimpinan, staff dan dosen se-Unipdu. Dalam sambutannya Presiden BEM Unipdu saudara M. Khamim menyampaikan bahwa “Kegiatan dikhususkan untuk memperingati wafatnya Alharmum KH. As’ad Umar sebagai pejuang pendidikan dan agama dan juga sebagai pendiri Unipdu, selain itu juga kegiatan ini dimaksudkan untuk menghadapi kegiatan akademik yaitu ulangan tengah semester (UTS) yang akan dilaksanakan hari Sabtu tanggal 4 Mei 2013, dan juga sebagai bentuk silaturrahmi antar mahasiswa dan dengan seluruh pimpinan, staff maupun dosen di Unipdu”.

DR. KH. Isrofil Amar, M,Ag sebagai wakil rektor bidang kemahasiswaan juga menyampaikan rasa bangganya atas dedikasi mahasiswa dalam menggelar acara dengan memanjatkan do’a dan mengenang 1000 hari wafatnya pendiri Unipdu KH. Muh. As’ad Umar yang juga sebagai pejuang pendidikan.

Dalam rangkaian acara ini ketua Yapetidu Drs. H. Zaimuddin Wijaya As’ad yang juga merupakan putra pertama dari almarhum KH. As’ad Umar juga menyampaikan rasa terimakasih kepada seluruh loyalis Unipdu, dalam sela-sela itu beliau sedikit memberikan cerita tentang KH. Muh. As’ad Umar yang masih muda sampai beliau wafat. Beliau mengatakan bahwa, “ KH. Muh. As’ad Umar adalah pejuang muda yang gigih, dimana di umur 25 tahun beliau sudah menjadi Ketua DRPD(G) Kabupaten Jombang. Beliau memang sangat gigih dan cekatan dalam melaksanakan tugas apapun, dan beliau (alm) sangat tidak suka sekali dengan para pemuda yang malas. Beliau juga sangat demokratis dan sangat menghargai pendapat orang lain, selain itu beliau sangat tidak suka adanya dikotomi pondok dan pendidikan dimana kebanyakan orang menganggap bahwa pondok hanya mempelajari pendidikan agama saja, maka beliau kemudian mendirikan berbagai bentuk pendidikan di pondok pesantren darul ulum ini mulai dari TK sampai dengan universitas yang mempunyai berbagai macam fakultas yang tidak hanya fakultas agama tetapi juga fakultas-fakultas yang lain seperti fakultas teknik, bahasa, administrasi dan kesehatan. Dengan bercermin pada KH. Muh. As’ad Umar yang masih mudah sudah mampu menjadi pemimpin, kami berharap kepada seluruh mahasiswa unipdu untuk bisa mencontoh beliau”

Kemudian acara dimulai dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Bukhori Muslim salah satu dari fakultas agama islam dan do’a yang salah satu wakilnya diwakili oleh salah satu mahasiswa bernama Abdur Rahman dari Fakultas agama islam. Kemudian acara diakhiri dengan ramah-tamah seluruh mahasiswa/i dengan pimpinan, staff dan kawaryawan unipdu. (NB)