0321 876771

SUJIWO TEJO BERUCAP CINTA DI TANAH UNIPDU

By: Admin | Posted on: 2016-09-28 | Kunjungan : 249

Unipdu Jombang,- Riuh tepuk tangan bergemuruh di Auditorium Unipdu Jombang pada ahad 25/09/16 kemarin. Seiring dengan kedatangan tamu luar biasa, seniman ternama. Sujiwo Tejo.

Dalam Pekan Bahasa Unipdu kali ini Fakultas Bahasa dan Sastra memilih sosok Sujiwo sebagai tamu kehormatan. Selain dikenal sebagai seorang novelis, lelaki yang pernah mengambil studi di ITB ini juga telah mencoba berbagai profesi seperti wartawan, Sutradara dan juga penyanyi. Hal itu yang menjadikannya sebagai seorang seniman yang multitalenta.

Kedatangan Sujiwo Tejo ke Unipdu tidak hanya sendiri, Akan tetapi dengan didampingi oleh mbk Uli yang juga merupakan editor dari Bentang Pustaka sekaligus editor dari novel yang akan dijadikan bahasan pada acara bedah buku “Serat Tripama: Gugur cinta di Maespati”.

Tak hanya sekedar diskusi tentang karya beliau, Tetapi beliau juga turut memberikan penampilan di hadapan peserta, yaitu dengan bertembang lagu dari salah satu syair yang ada dalam novel serat tripama ini. Pantas saja, Mbah Sujiwo yang merupakan panggilan akrab mbak Uli kepada Sujiwo Tejo mendapatkan penghargaan atas novel nya tersebut ”Novel Grafis Bermusik”.

Bagaimana bisa diberikan penghargaan tersebut? Prosesnya tak mudah. Karena dalam novel terbarunya ini tidak akan ditemui hal yang umumnya terdapat pada sebuah novel. Syair-syair lagu dan ilustrasi gambar serta tokoh-tokoh luar negeri seperti Marlyn Monrow adalah hasil dari pemikiran dan ukiran tangan beliau.

Yang berbeda dari syair yang hadir dalam novel tersebut adalah nada lagu yang digunakan. Laki-laki berkacamata ini selalu menjadikan Al-Qur’an sebagai inspirasinya dalam merangkai nada untuk syair-syairnya. Sebagai contoh saat seorang sukarna yang merupakan salah satu tokoh dalam novel ini akan bunuh diri, Dalam adegan tersebut terdapat syair yang isinya merupakan petikan dari surah Al-Qadr.

“Serat Tripama” ini juga mengajarkan kita bagaimana jalan untuk memperjuangkan cinta. Dilihat dari arti Tripama sendiri yaitu 3 pahalwan yang berjuang. Selain makna perjuangan, Sujiwo juga mengambarkan orang yang ingin mencapai sebuah Ma’rifat. Digambarkan dari tokoh utama Sumantri dan adiknya,Sumantri sebagai jiwa dan adiknya sebagai raga. Makna Ma’rifat sendiri adalah pencapaian seseorang untuk lebih dekat kepada Tuhan Nya dengan memisahkan jiwa dari raganya.

Sehingga 1000 kata pun tak cukup menggambarkan kedahsyatan seorang Sujiwo atas karya-karyanya. Pesan dari beliau yang masih terngiang adalah  “ketika kita membutuhkan inspirasi, Jangan kita berdiam. Tapi, Inspirasi itu perlu dijemput. Layaknya mengambil mangsa dengan umpan, yaitu dengan umpan yang berupa kepekaan dari diri kita sendiri.(IOJ/Elkaelan)