0321 876771

Pon Pes Darul 'Ulum Bangun Asrama At-Tien

By: Admin | Posted on: 2012-06-10 | Kunjungan : 2186

Peletakan batu pertama asrama Attien oleh Gus AhanINILAH.COM, Jombang - Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ulum Jombang membangun asrama santri dalam rangka memperingati hari lahir mantan Presiden Soeharto. Asrama tersebut diberi nama At-Tin, mengambil nama dari istri mendiang Soeharto, Siti Hartinah (Ibu Tin Soeharto).

Pengasuh Ponpes Darul Ulum, KH Zahrul Azhar As'ad (Gus Ahan), menjelaskan, Presiden Soeharto lahir pada 8 Juni 1921 di Desa Kumusuk, Yogyakarta. Nah, dalam rangka memperingati hari lahir tersebut, ia membangun asrama untuk santri. Tidak tanggung-tanggung, asrama tersebut seluas 980 meter persegi. "Asrama ini kita beri nama At-tin," kata Gus Ahan usai peletakan batu pertama, Jumat (8/6/2012).

Dia menjelaskan, antara Darul Ulum denan Soeharto memang punya sejarah panjang. Pasalnya, almarhum KH Muhammad As'ad Umar, ayahanda Gus Ahan, merupakan kiai dari NU yang masuk Golkar pertama kali. Bahkan, kiai Asad juga pernah menjadi anggota DPR RI dari Golkar.

Nah, hubungan itu hingga saat ini masih terjalin. Yakni, antara anak-anak mantan presiden Soeharto dengan anak kiai Asad masih menjalin komunikasi. "Asrama ini juga bantuan dari keluarga cendana. Hal itu ditandai dengan kunjungan Mbak Titik Soeharto ke Darul Ulum
bulan lalu," katanya menambahkan.

Mengenang SoehartoDengan adanya asrama At-Tin tersebut, Gus Ahan berharap masyarakat tetap mengenang jasa-jasa Soeharto. Karena bagaimana pun juga, mantan orang kuat orde baru itu punya jasa yang besar terhadap Indonesia. "Yang diingat jangan hanya buruknya saja, namun sisi baiknya juga harus kita ingat," ujar Gus Ahan.

Asrama At-Tin itu sendiri terbilang cukup luas, yakni 980 meter persegi. Gus Ahan menaegetkan pembangunan asrama di dekat lapangan sepak bola itu selesai dalam waktu empat bulan. Ia juga berharap, dengan adanya asrama tersebut, kesan kumuh yang selama ini melekat di kalangan santri bisa terkikis.

"Kalau dulu santri itu identik dengan gudiken (kudisan), tidur bersama-sama, dan mandi bersama-sama. Namun dengan hadirnya asrama At-Tin ini, stigma tersebut akan terkikis. Karena penataan ruangannya sangat berbeda dengan asrama pesantren kebanyakan," ujar kiai muda ini. (DA/Inilah.com)

 

Sumber : inilah.com