0321 876771

LIBURAN AKHIR TAHUN SANTRI

By: Admin | Posted on: 2017-01-05 | Kunjungan : 297

Jombang-(Unipdu). Musim liburan telah tiba. Seperti biasanya anak-anak disibukkan dengan berlibur bersama keluarga. Ditambah dengan liburan akhir tahun seperti Natal dan tahun baru semakin membuat suasana liburan terlihat dimana-mana. Waktu yang sangat tepat untuk beristirahat sejenak melepas kepenatan selama belajar disekolah. Berbagai cara mengisi liburan seperti pergi kepantai, mall, wahana bermain dsb. Namun ada yang mengisinya hanya di pondok pesantren saja.

Mereka kali ini masih tinggal di pondok pesantren. Hal ini yang dilakukan oleh salah satu santri pondok pesantren di Kabupaten Jombang yaitu Mohammad Andrean.  Andre sendiri merupakan siswa kelas X MAN Rejoso berasal dari Kecamatan Maje Provinsi Bengkulu Sumatra Selatan. Kegiatan sehari-harinya adalah membantu Dhalem Ibu Nyai. Pagi dan sore hari membersihkan rumah bu Nyai. Ngaji Al-Qur’an tetap dilakukan selama liburan tutur Andre. Alasan tidak pulang kerumah karena lokasi rumah yang jauh membuat Andre tetap bertahan diasrama.

Begitu juga yang dilakukan remaja pesantren peterongan mengadakan gerak jalan sehat dihari perayaan kaum nasrani dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan tersebut dibuka dan diberangkatkan oleh Ketua YAPETIDU KH. M. Zaimuddin Wiyaja As’ad, MS. Uniknya, kegiatan ini dilaksanakan pada saat saudara kita yg beragama Nasrani sedang merayakan Natal (hari kelahiran) Nabi Isa AS.. Beliau memberikan pemahaman bagaimana sudut pandang kita untuk menyikapi kegiatan itu. Tandas beliau “ Kalau kacamata kita hitam, ya gelap saja yg terlihat, Kalau kacamata kita merah, ya bara saja yg tampak. Tapi klo kacamata kita putih atau bening, maka semua akan terlihat apa adanya, bahkan yg tak berwarna sekalipun. Ketika kita melihat sesuatu dengan apa adanya, maka akan tertangkap berkas-berkas cahaya hati yg memancarkan hasrat utk saling mengasihi antar hamba Tuhan. Karenanya, bila kita masih memiliki kebencian itu pertanda oksigen cinta ciptaan Allah yg kita hirup, telah terkontaminasi oleh polutan-polutan pengingkaran pada sunnatullah, bahwa kita diciptakan berbeda.”

Sehingga kegiatan positif tidak harus mewah hal seperti ini pun dapat mengisi liburan secara bersama-sama.(RAM)