0321 876771

Lestarikan Tradisi, UNIPDU Jombang Adakan Lomba Tari

By: Admin | Posted on: 2013-12-23 | Kunjungan : 791

Lestarikan Tradisi, UNIPDU Jombang Adakan Lomba Tari

Peterongan, JOMBANGKITA.COM – Indonesia memiliki sejumlah tradisi lokal. Namun seiring perjalanan waktu dan tantangan modernisasi serta globalisasi, warisan leluhur itu semakin tergerus. Banyak generasi muda yang mulai melupakannya. Dan pada saat yang sama, ada beberapa tradisi justru diklaim oleh negara sahabat.

Berangkat dari kondisi tersebut, Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Peterongan Jombang Jawa Timur menyelenggarakan lomba tari se wilayah Jombang (22/12/2013). Kegiatan yang diselengarakan di Plaza Unipdu ini diikuti sembilan puluh empat peserta yang dibagi menjadi delapan belas grup. 
“Kegiatan ini sebagai rangkaian dari hari ulang tahun pertama dari unit kegiatan mahasiswa atau UKMseni tari,” tandas Yuni Anitasari kepada Jombangkita.

Sebagai perangkat baru dalam kampus yang berada di area Pondok Pesantren Darul Ulum ini, UKMSeni tari berharap akan memberikan sumbangsih besar bagi masa depan perguruan tinggi ini. “Apa yang kami laksanakan hari ini paling tidak kian mendekatkan keberadaan kampus kepada masyarakat Jombang,” terangnya.

Namun demikian yang lebih bermakna dan menjadi target kegiatan ini adalah bahwa para peserta yang berasal dari TK maupun RA serta MI dan SD sejak dini telah memiliki rasa memiliki terhadap budaya bangsa yakni tari.

“Kalau sejak belia anak-anak dikenalkan dengan sejumlah kebudayaan asli tanah air, maka ini adalah investasi terbaik bagi kelangsungan tradisi warisan para leluhur,” ungkapnya. “Dan kampus kami telah mengawali dengan menyelenggarakan lomba tari di lingkungan pesantren,” lanjut mahasiswi Fakultas Kesehatan ini.

Pada lomba ini dibagi menjadi tiga kategori yakni tingkat RA dan TK, kemudian MI atau SD untuk kelas satu hingga tiga dan terakhir adalah kelas empat hingga enam MI atau SD.

“Ternyata penguasaan gerak tari para peserta sudah lumayan baik,” tandas Yuni, sapaan akrabnya. Ia dan kawan-kawan panitia sedikit terkejut dengan kemampuan peserta yang ternyata lemah gemulai dalam membawakan sejumlah tari daerah.

Sejumlah tari yang dimainkan peserta antara lain tari layang-layang, blakdig dod, ogleg, burung pisen dan lain-lain. Sedangkan para pengurus UKM Seni Tari ketika pembukaan menampilkan tari kolosal Zafin Madalingan yang merupakan perpaduan antara musik shalawat dan tari asal pulau Madura. “Ada lima belas rekan mahasiswa yang nota bene adalah para pengurus UKM Seni Tari Unipdu,” kata perempuan asli Mojokerto Jawa Timur ini.

Dan saat pembukaan, ditampilkan pula tarian khas Jombang yakni Remo oleh penari cilik. “Hal ini sebagai upaya mengenalkan tarian khas kota santri yang tentunya sarat dengan nilai moral dan menjadi ciri khas sehingga mampu membedakan dengan daerah lain,” katanya.

Kegiatan ini didukung pula oleh UKM Seni Tari, Pramuka, PSHT, Banjari, Paduan Suara Mahasiswa yang berada di bawah naungan Unipdu. “Demikian juga pimpinan kampus juga turut mendukung kegiatan ini, terbukti dengan hadirnya Rektor serta pimpinan fakultas,” pungkasnya. (Syaifullah)

Sumber : http://www.jombangkita.com