0321 876771

KH. Muh Asad Umar (Alm) Pendiri Unipdu

By: Admin | Posted on: 2013-11-14 | Kunjungan : 1978

Who is K.H. As’ad Umar ???

Oleh : Mauliya Risalaturrohmah dan Ifada Ziky FBS Unipdu

KH. Muh. Asad Umar (Alm) Pendiri Unipdu

18 Agustus 1933, lahirlah sosok K.H. As’ad Umar. Beliau lahir dan besar di lingkungan Pondok Pesantren Darul Ulum. Sepak terjang kehidupan beliau bukanlah suatu hal mudah seperti halnya mengupas jeruk, karena sejak usia muda beliau sudah aktif berkecimpung dalam kerasnya dunia politik. Banyak jabatan yang pernah beliau sandang sejak era 60 an. Diantaranya:

*       Anggota DPRD GR dari Partai NU

*       Ketua Front Nasioanal Kab. Jombang

*       Ketua DPRGR Jombang dari Partai NU

*       Ketua Persatuan Petani NU Jombang

*       Anggota DPRD Jatim

*       Anggota DPR-MPR RI , dan masih banyak lagi….

            Pada era tersebut, tepatnya pada tahun 1965, K.H. As’ad bersama K.H. Musta’in Romly dengan beberapa tokoh lain berhasil mendirikan Universitas pertama yang berada di lingkungan pesantren, yakni UNDAR (Universitas Darul Ulum). Namun, sepeninggal kyai musta’in, pengelolaan Universitas ini diserahkan pada keluarga dan putra-putri beliau. Sehingga pada waktu itu pula, K.H. As’ad memutuskan untuk lebih berkonsentrasi pada perkembangan pendidikan yang ada di pesantren Darul Ulum. Disamping itu, beliau juga menjadikan sekolah / madrasah menjadi sekolah-sekolah unggulan. K.H. As’ad juga mendirikian beberapa sekolah tinggi, yaitu Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI), STIBA ( Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Asing ), Akademi Keperawatan (AKPER), dan Akademi Kebidanan (AKBID). Dan sejak tahun 2001 semua Sekolah Tinggi dan Akademi yang beliau dirikan digabung dalam satu Universitas, yakni UNIPDU ( Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum ), yang diresmikan oleh WAPRES RI Hamzah Haz.

Dengan demikian kita tahu betapa besar semangat beliau di masa mudanya untuk mengembangkan kualitas pendidikan di negara kita ini, terlebih keyakinan beliau yang kuat untuk meningkatkan mutu pendidikan di dalam lingkungan pesantren yang secara kualitas masih tertinggal dengan lembaga-lembaga pendidikan yang lain. Namun, pada usia beliau ke 77, beliau menghembuskan nafas terakhir karena penyakit yang dideritanya. Beliau meninggalkan seorang istri, delapan anak dan 19 cucunya. Semoga segala amal baik beliau diterima dan segala kesalahan dan khilaf beliau diampuni oleh Alloh SWT. Amiinn….

 

            Dr. HM. Zulfikar As’ad, MMR, putra kedua beliau, menjelaskan bahwa Kyai As’ad tidak hanya menjadi figur seorang ayah, tapi beliau juga guru yang terbaik. Perjuangan Kyai As’ad menjadikan Unipdu berkembang seperti sekarang tidaklah mudah. Banyak hambatan dan rintangan yang harus beliau lalui. Terlebih Unipdu adalah satu-satunya Universitas Islam yang ada di lingkungan pesantren. Oleh karenanya Gus Ufik, panggilan akrab Dr. HM. Zulfikar As’ad, MMR, sangat berharap para mahasiswa/i Unipdu menjadikan Unipdu sebagai satu satunya Universitas yang unggul dalam segala hal, tidak hanya dalam bidang pengetahuan umum saja tetapi juga dalam hal keagamaan. Di Unipdu kita tidak hanya diajari ilmu-ilmu umum tetapi juga ilmu-ilmu yang mengunggulkan akhlakul karimah. Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang membawa barakah, dan orang yang memiliki ilmu yang barakah tidak akan melakukan hal-hal negatif yang tidak sepantasnya dilakukan.

(Red : Mauliya dan Ifada, mahasiswa Jurnalistik FBS Unipdu)