0321 876771

E-COMMERCE UNTUK INDONESIA MAJU DAN KREATIF

By: Admin | Posted on: 2016-05-18 | Kunjungan : 342

 

 

 

 

Unipdu Jombang, Sabtu (30/04) BEM Fakultas Teknik Unipdu Jombang mengadakan acara Bongkar Pawon E-Commerce dengan mengusung tema "membangun strategi e-commerce sebagai salah satu bentuk mewujudkan ekonomi kreatif".

Kegiatan yang dilaksanakan kali ini adalah membahas tentang pengetahuan terhadap E-Commerce secara meluas. Karena seiring dengan perkembangan zaman yang lebih "Mendewakan" teknologi sebagai salah satu kebutuhan primer. Seminar yang hadiri oleh 3 pakar yang meliputi dunia E-Commerce oleh bapak Muh. Ali Shodikin M.H., Dr. Ahmad M.Si., pakar ekonomi dan Ibnu Hajar S.H sebagai praktisi hukum yang akan memberikan tanggapan secara hukum terhadap problem yang dialami penjual ataupun pembeli dalam perdagangan online yang bisa juga disebut sebagai E-Com.

Melihat kebanyakan masyarakat indonesia bahkan di dunia internasional ataupun usia dini hingga tua tidak ada yang tidak mengenal perihal gadget. Sesuai dengan pemaparan pak ali "bisnis itu tidak perlu toko yang besar, cukup akun, kontak dan rekening kita bisa melakukannya dimana saja tanpa harus bertempat dikantor ataupun perusahaan", idealnya E-Commerce ini adalah sebuah usaha yang dimana tidak melibatkan pertemuan antara penjual dan pembeli. Hanya dengan memfoto dan mempromosikan barang yang ingin dijual lewat media sosial seperti twitter,instagram dsb kita bisa menciptakan sebuah lapangan pekerjaan baru. Bagi mereka yang berada pada kawasan susah jaringan internet merupakan hal yang sangat crusial. Oleh karena itu bagaimana cara pemerintah tetap bisa mewujudkan ketetapan E-Commerce pada tanggal 27 april 2016 yang bertujuan untuk mengefisiensi dan memperbesar dunia pasar Indonesia ke jenjang internasional.

Walaupun menjanjikan, bisnis dunia maya inipun tetap memiliki hambatan. Yaitu bisa dari segi Internet Bust, infrastruktur yang terbatas, delivery channel, kultur dan kepercayaan serta munculnya kejahatan baru. Namun dari beberapa hal tersebut tidak akan menjadi sulit ketika penjual dan pembeli menerapkan konsep yang di sandang oleh Rasullah dalam berdagang berdasarkan apa yang dikatakan oleh bapak ahmad selaku pemateri ketiga, walaupun berada di dunia maya sekalipun perdagangan harus tetap memunculkan manfaat dan menjauhi dari segala kerugian antara kedua belah pihak. Konsep yang pertama adalah Shidiq yaitu dengan jujur. Kejujuran adalah modal utama yang digunakan,tanpa adanya sebuah kejujuran maka konsumen tidak akan mempercayai kita. Dan kepercayaan itu bisa dibangun karena adanya testimoni dari konsumen ataupun pelanggan. Yang kedua adalah istiqomah yang berarti jika dalam menjalani sesuatu yang berasal dari niat dan tetap istiqomah menjalaninya insyaAllah akan diberikan kesuksesan.

Hal ketiga adalah fathanah, tanpa adanya bekal pengetahuan tentang produk yang dijual usaha online yang kita jalani akan sia-sia. Tidak dipungkiri pula segala deskripsi tentang barang sangat diperlukan. Berikutnya adalah bertanggungjawab. Jangan sampai dari 3 hal yang kita lakukan tadi akan rusak karena kelalaian atas tanggungjawab sebagai penjual. Jika konsumen telah percaya, penjual istiqomah dan berilmu akan produk yang dijualnya tidak akan lengkap tanpa adanya kelangsungan tanggungjawab dari penjual online itu sendiri.

Oleh karena itu, segala sesuatu dibumi ini semakin zaman akan bertambah canggih. Dan para manusia yang berada pada zaman tersebut mau tidak mau harus bisa beradaptasi dengan zamannya. Tidak ada salahnya bergelut dalam bisnis online. Daripada tidak ada usaha sama sekali yang kita lakukan untuk kelangsungan hidup kita untuk ke depannya. (Ichi/Elkaelan)