0321 876771

Dubes Inggris Berkunjung di Unipdu

By: Admin | Posted on: 2017-05-06 | Kunjungan : 112

Unipdu Jombang, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik, berkunjung ke kampus Unipdu Jombang  Jawa Timur, Kamis (27/4/2017).

Kunjungan beliau ke Unipdu atau Universitas Pesantren Tinggi Darul ‘Ulum ini disambut sangat hangat oleh pimpinan Unipdu beserta segenap sivitas akademika dan santri Darul Ulum. Disampaikan bahwa kunjungan ini adalah salah satu rangkaian kunjungan ke beberapa kampus dan pesantren di Jawa Timur, untuk melihat secara  langsung apa dan bagaimana pesantren. Unipdu adalah kampus yang berbasis Pesantren yang mengelola 14 program studi Jenjang Di,  S1 dan S2.  Diantaranya adalah program studi Pendidikan Bahasa & Sastra Inggris, yang sudah lebih dari 15 tahun yang lalu Unipdu telah menjalin hubungan dengan The British Council dalam bentuk bantuan dosen voluntir "native speaker" dari Inggris dan berbagai kegiatan ilmiah dan budaya Inggris untuk pembelajaran kepada mahasiswa.

Dalam pandangan Moazzam, pesantren di Indonesia memiliki peran yang sangat penting sejak jaman sebelum dan sesudah kemerdekaan.  Pesantren merupakan lembaga yang dalam kesehariannya menanamkan  ajaran dan nilai Islam baik itu untuk hubungan sesama manusia, lebih-lebih dalam hal toleransi, dengan senantiasa berprinsip pada Islam sebagai Rahmatan lil 'alamin.  Hal ini yang menjadikan Moazzam ingin secara langsung melihat tentang dinamika pendidikan dan pemikiran Islam di dunia pesantren yang juga mengelola pendidikan tinggi seperti halnya Unipdu. Perwakilan resmi negeri Ratu Elizabeth untuk Indonesia, ASEAN & Timor Timur ini mendapat sambutan hangat dari Pengasuh Pesantren Darul ‘Ulum, Ketua Yayasan YAPETIDU, Rektor, wakil rektor dan jajaran pimpinan universitas, bahkan sesepuh Darul Ulum Ibu Nyai Azzah As'ad.

Pada saat memasuki lingkungan kampus, mahasiswa dan santri menyambut dengan melambaikan bendera kedua negara: Inggris dan Indonesia. Moazzam menyapa para santri dan mahasiswa bahkan beliau ber"selfie" bersama mereka,  seakan akan tanpa jarak dengan para santri dan mahasiswa.

Acara pertemuan berlangsung tertutup di dalem kasepuhan Kyai As'ad Umar. Bertindak sebagai pembawa acara Dr.HM. Zulfikar As'ad, Wakil Rektor UNIPDU, yang dilanjutkan dengan sambutan Rektor Prof. Dr. Ahmad Zahro MA, yang menyampaikan selamat datang dan trimakasih atas kunjungan ini serta memberikan gambaran tentang UNIPDU saat ini dan kedepan. Dilanjutkan sambutan ketua Yayasan Drs. HM. Zaimuddin W. As'ad yang menyampaikan tentang Darul Ulum sebagai pesantren yang mengedepankan tentang pendidikan berkualitas bahkan juga salah satu sekolah SMA yang dikelola menggunakan kurikulum Cambridge Inggris. Sedangkan Moazzam dalam awal sambutannya sangat senang dan berterimakasih telah disambut dengan sangat baik dan ramah, apalagi dengan melambaikan bendera kedua negara. Selanjutnya beliau juga mengakui kekagumannya selama bertugas di Indonesia  dengan sikap toleransi yang berkembang di dunia pesantren tidak seperti yang diberitakan dan menjadi isue yang berkembang diluar tentang radikalisme didunia pesantren. Beliau juga mengharap sebagai Dubes Muslim dengan kehadirannya bisa memberikan warna baru tentang dunia pendidikan yang dinamis khususnya memberikan motivasi untuk mengembangkan pendidikan dan juga pendidikan tinggi lingkup Pesantren di Indonesia.

Lelaki berdarah Pakistan tersebut lantas membandingkan Indonesia dengan negara Islam lainnya. Utamanya negara-negara di kawasan Asia Tenggara dan juga Timur Tengah. Menurutnya, Indonesia sukses menumbuhkan rasa toleransi yang cukup besar dalam diri masyarakat. "Indonesia lebih berhasil menjadi negara yang toleransi dan menghormati kelompok lain, dibanding negara tetangga dan Timur Tengah," kata Moazzam

Ditambahkan oleh Gus Zuem ketua Yayasan Pesantren Tinggi Darul ‘Ulum, bahwa Islam di Indonesia sejatinya Islam yg damai. Bahkan di Unipdu, kami juga memiliki mahasiswa Fakultas Kesehatan yg non muslim. Maka, kalau pun sekali waktu ada kelompok yg anti perbedaan, di sini lah perlunya upaya perluasan wawasan ummat tentang dunia sekitarnya agar tercipta "mutual understanding" antar para pihak yg memiliki aneka perbedaan.

Beliau juga berharap kelanjutan program bantuan "native speaker" baik dosen maupun guru untuk Unipdu serta dimungkinkan program pertukaran mahasiswa untuk saling mengenal antara kedua negara. Disamping program beasiswa untuk para dosen Unipdu menempuh pendidikan Master dan Doktor di Inggris.